Nostalgia . .

*Aku bukan pengkarya, bukan juga sasterawan negara,aku hanya hamba kepada sebuah pengabdian cinta





 
Potret itu ,
Saat aku merenungnya ,
Aku terbuai ,
Terbawa di kenangan silam.

Adakah kau tahu ??
Kala itu ,
Cerahnya langit menterjemah bahagia ,
Awan menyerakkan nanonya ,
Sirnalah panas .
Indah pawana terbentang di ufuk pandangan .
Semua ini saksi ,
Ke arah sebuah pengabdian . 

    
Adakah kau tahu ?
Kala itu ,
Hujung jemariku tercecah di tanah ini ,
Yang subur dengan pepohon ilmu , 
Yang gersang dengan pepasir noda.

Lalu hujung pelipisku mengemudi , 
Mencari sebutir cahaya ,
Agar tidak aku tersesat disini ,
Di sebuah tempat yang terang benderang tetapi penuh dengan gumpalan sepi.
Bagaimanakah untuk aku tidak tersesat ??
Andai tiada penunjuk arah meskipun aku dikelilingi cahaya ?

Dan tika itu ,
Masihkah kau ingat ?
Akan pandangan mata kita yang bertaut ?
Lalu mewujudkan segarit senyuman,
Yang menghadirkan sebuah pengharapan .
Dan saat itu ,
Aku yakin ,
Bahawa aku telah lengkap dibumi itu ,
Kerna telah ku temui tunjang untuk ku berpaut .
Aku yakin ,
Aku tidak akan sesat lagi .

Tika dinihari ,
Kau satukan hati2 kami,
Kau suburkan jiwa2 kami ,
Kau curahi ia dengan makrifatmu ,
Lalu kau suluhi kami dengan ke-Esaan Mu ,
Dan kami ,
Bersatu dibawah atap kasih sayangMu .
Dan saat itu ,
Rabitah hati mula tersimpul .

Namun acap kali aku alpa ,
Bahawa desah nafas seiring kerdipan mata ,
Sekali ia berkedip , sesaat ia berlalu ,
 Pergi meninggal kau dan aku ,
Jauh dan menjauh .

Ya ..
Mungkin ini khilaf aku sebagai manusia ,
Mungkin juga khilaf engkau sebagai hamba ,
Dan mungkin,
Khilaf kita yang banyak bernoda dosa .
Dek itu,
Ia menjauh ,
Kerna kita lupa , saat kita bersama gelak tawa , 
Ia mengintai dicelahan bahagia , menanti kapan masa untuk melihat kita berduka .

Aku pasrah ,
Aku redha ,
Seandainya ini adalah karma atas dosa ,
Mahupun balasan dek leka ,
Atau hukuman terhadap khilaf hamba , 
Yang sering lupa pada masa yang cuma SEKETIKA .

PERTEMUAN itu ..
Hadiah yang paling berharga , 
Yang menjadikan aku sempurna .

Namun ..
PERPISAHAN  itu , 
Aku tidak pernah menginginkannya ,
Kau juga .
Mengapa kau hadir sewaktu kami ingin bersama ??
Mengapa kau hadir tika hari kami ingin sama berjaya ??
Dan ....
Mengapa kau harus ada ?

Ya Allah ..
Pasti ada hikmah disebalik itu ,
Aku percaya ,
Kerna Engkau tidak kejam menyeksa hamba-Mu ,
Engkau punya rencana untuk aku ,
Dan mereka .

Pohonku ,
Agar kau peliharalah cinta antara kami ,
Tautkanlah antara kami tali-tali silaturrahim agar dapat kami berpegang padanya .
Dan kenangan itu ,
Akan ku simpan rapi ,
Dalam samudera hati .





4 budak sedang membebel:

Izyan Rasul said...

terharu-terharu..hu3..sob3.. sedih.. Rindunye~

Ayumi Comot said...

Sekolah agama ek? Kenangn zmn skolah mmg best:)

wanie paed~ said...

walawey,,sedih la pulak aku bace

cAhayA Le$tArY said...

syukran ..